Menikah merupakan awal mula menuju tahapan kehidupan baru dalam sebuah keluarga. Saat itu, kamu akan bersanding dengan orang yang tidak punya ikatan darah. Harapannya, hubungan suami istri tersebut pun bisa langgeng hingga akhir hayat.

Namun, nasib yang dialami oleh seorang wanita anak dari keluarga Markamah yang terletak di Desa Sidolaren, Kecamatan Gebang, Purworejo adalah nasib buntung atau untung. Anak gadis Markamah baru saja gagal menikah. Alasannya pun cukup mengejutkan.

Dalam proses pengajuan pernikahan, pihak keluarga baru mengetahui kalau calon menantu Markamah bukanlah seorang laki-laki. Melainkan seorang wanita. Padahal, Wilis Setyowati, anak dari Markamah, mengenal calon suaminya itu sebagai sosok lelaki bernama Pratama.

Proses pernikahan pun sudah menuju tahapan akhir. Bahkan, para tamu telah berdatangan ke rumah Markamah. Namun, karena fakta tersebut terungkap, mau tidak mau, pihak keluarga pun membatalkan acara pernikahan tersebut. Apalagi, kalau mereka tidak mengetahui hal tersebut, bisa jadi rasa malu yang muncul pun bakal lebih besar.

Rencana pernikahan tersebut sebenarnya sudah sangat matang. Kedua pihak sudah merencanakan akad nikah pada tanggal 5 September 2017. Namun, untungnya akad nikah tersebut tidak terjadi karena petugas KUA mencurigai kejanggalan pada KTP Pratama. Di situ diketahui kalau NIK yang digunakan adalah NIK untuk perempuan, bukan laki-laki.

Mengetahui kejanggalan tersebut, petugas KUA pun enggan melanjutkan prosesi akad nikah. Selanjutnya, mereka pun melaporkan Pratama ke kepolisian. Pihak berwajib juga meminta bantuan tenaga kesehatan dari puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan jenis kelamin Pratama. Sebelum dilakukan pemeriksaan, Pratama ternyata memilih mengaku, dirinya bukan laki-laki, tapi perempuan.

 

Pihak keluarga pun sebelumnya sama sekali tidak pernah menaruh kecurigaan tentang jenis kelamin Pratama. Markamah memang mengaku kalau suara Pratama tidak seperti lelaki, cenderung mirip perempuan. Namun, hal tersebut ditutupinya dengan penampilan yang maskulin.

Tidak hanya itu, Pratama juga sehari-harinya merupakan seorang perokok. Hal inilah yang menguatkan calon mertuanya, bahwa dirinya adalah seorang laki-laki. Berdasarkan KTP-nya, diketahui kalau Pratama adalah warga dari Binong, Kecamatan Curug, Kota Tangerang. Dari hasil penyelidikan, diketahui kalau ada pemalsuan yang dilakukannya. Nama aslinya bukan Pratama, melainkan Nova Aprida Ariani.

Facebook Comments
(Visited 29 times, 1 visits today)