Bermain game di ponsel pintar memang menjadi cara menyenangkan untuk menghilangkan rasa bosan. Apalagi, saat ini tersedia beragam game menarik, baik gratis dan berbayar. Namun, jangan sampai keasyikan bermain game itu malah membuatmu lupa dengan kewajiban dan bahkan menyebabkan seseorang kehilangan nyawa. Kok bisa?

Itulah yang baru saja terjadi di negara tetangga, Singapura. Seorang ayah zaman now bernama Mohammed Shiddiq Sazali (28 tahun) didakwa melakukan pembunuhan terhadap bayi kandungnya yang berusia 3,5 bulan. Peristiwa memilukan tersebut terjadi saat Shiddiq tengah memberi minum bayinya dengan botol dot.

Lalu, bagaimana kejadiannya sehingga si anak kehilangan nyawanya? Usut punya usut, Shiddiq saat itu memang sangat asyik bermain game di handphone. Di waktu yang sama, dia juga tengah memberi minum bayinya. Jadi, satu tangan untuk bermain game, tangan lain memberikan botol dot ke mulut si kecil.

Shiddiq pun sangat asyik sehingga tidak memperhatikan kalau di waktu tersebut, bayinya tercekik karena dia memberi tekanan yang terlalu besar. Menurut pernyataan pihak kepolisian, sang bayi pun sempat beberapa kali memperlihatkan rasa tidak nyamannya. Hanya saja, hal tersebut tidak diindahkan oleh Shiddiq.

Perilaku Shiddiq sebagai ayah yang tak bertanggung jawab sebetulnya juga bisa ditelisik beberapa minggu sebelumnya. Diketahui kalau Shiddiq pernah menjatuhkan bayi kandungnya tersebut secara sengaja. Menurut laporan The Strait Times, terjadi luka retak di tengkorak dan membuat bayi perempuan tersebut menginap di rumah sakit.

Pihak kepolisian pun mendakwa tindakan Shiddiq ini atas kelalaiannya dalam mendidik anak. Saat kejadian, diketahui kalau pasangan Shiddiq yang bernama Nurraishah Mahzan tengah keluar dan memberikan tanggung jawab untuk menjaga bayi tersebut.

Kejadian pembunuhan ini terjadi pada 12 Oktober 2015. Namun, sidang pengadilannya baru saja berlangsung beberapa waktu lalu. Hakim yang menangani kasus ini, yakni Hakim Carol Ling, menjatuhkan hukuman selama 6 bulan penjara akibat kematian bayi, dan 3 bulan tambahan karena membahayakan nyawa anak.

Vonis tersebut pun jauh lebih rendah dibandingkan hukuman maksimal yang diberlakukan di negara Singapura. Hukuman maksimal untuk pembunuhan adalah penjara selama 2 tahun dan denda.

Facebook Comments
(Visited 34 times, 1 visits today)