Dulu, imunisasi menjadi hal yang biasa. Masyarakat menerima pemberian vaksin dalam program imunisasi dan tidak ada penolakan. Namun, pada beberapa tahun terakhir, sejak keberadaan media sosial, banyak ibu-ibu dan orang tua yang dengan lantang menyuarakan penolakannya terhadap vaksinasi. Aksi ini pun tidak hanya berlangsung di Indonesia, tapi juga mancanegara.

Namun, berbeda dengan di Indonesia, penentangan terhadap program imunisasi di Amerika Serikat bisa berakibat fatal. Bahkan, orang tua yang terbukti melarang anaknya memperoleh vaksin, bisa berakhir di penjara. Itulah yang dialami oleh seorang ibu muda bernama Rebecca Bredow. Wanita ini menolak pemberian vaksin kepada anak laki-lakinya yang berusia 9 tahun.

Hal tersebut terlihat bertentangan dengan keputusan sebelumnya saat dia berbicara denagn mantan suaminya. Dalam pembicaraan dengan mantan suaminya tersebut, dia sepakat kalau bocah laki-lakinya diperbolehkan untuk memperoleh vaksin. Karena kedua ucapan yang berbeda itulah, Bredow kini akhirnya mendekam di penjara.

Hakim Pengadilan Oakland County Karen McDonald menjatuhkan hukuman penjara kepada Bredow karena keputusannya tersebut. Bredow sendiri mengaku tidak keberatan dengan hal tersebut. Bahkan, seperti dikutip dari BBC, Bredow mengatakan kalau dirinya lebih baik dipenjara daripada harus melakukan tindakan yang menyimpang dari keyakinannya.

Sejatinya, setiap orang tua di Amerika Serikat memiliki kebebasan untuk menolak, menunda, atau menerima imunisasi untuk anaknya. Aturan tersebut dibuat untuk menghormati keyakinan para warga negaranya. Hanya saja, pihak pengadilan memutuskan hal ini karena Bredow terbukti tidak menjalankan kesepakatan yang sebelumnya dijalin bersama mantan suaminya pada November 2016.

Selanjutnya, pihak pengadilan pun memberikan hak asuh kepada ayah bocah tersebut. Berbeda dengan Bredow, ayah bocah itu setuju dengan kesepakatan yang telah dibuat dengan mantan istrinya tersebut. Apalagi, pemberian vaksin ditujukan untuk kesehatan putra kandungnya sendiri.

Kondisi yang ada pada diri Bredow ini pun tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Lewat media sosial, banyak ibu-ibu yang kerap menyuarakan pendapatnya terhadap penolakan vaksinasi. Banyak yang beranggapan kalau vaksin yang diberikan kepada anak masih belum memperoleh label halal. Selain itu, ada pula yang berpendapat kalau vaksin merupakan bagian dari konspirasi zionis.

Facebook Comments
(Visited 13 times, 1 visits today)