Menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merupakan sebuah tugas besar. Seharusnya, tugasa tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Fasilitas yang disediakan juga tidak boleh disalah gunakan. Bahkan, alih-alih digunakan untuk kepentingan umum, malah dipakai sebagai sarana mesum.

Namun, kondisi ideal tersebut ternyata tidak diterapkan dengan baik. Bahkan, fasilitas kantor DPR malah digunakan untuk mengakses situs porno. Fenomena itulah yang baru-baru ini terkuak di negara Inggris.

Menurut laporan dari The Guardian, fasilitas komputer di kantor DPR negara tersebut disalah gunakan untuk membuka situs porno. Tidak tanggung-tanggung, terdapat sebanyak 24.473 percobaan mengakses situs porno dari komputer di kantor DPR setempat. Data ini terekam pada rentang antara bulan Juni hingga Oktober tahun 2017.

Dari data tersebut, bisa diambil rata-rata kalau setidaknya dalam sehari terdapat percobaan mengakses situs porno sebanyak 160 kali dari komputer di gedung dewan terhormat. Disebutkan kalau komputer-komputer tersebut merupakan fasilitas yang ditujukan untuk para anggota dewan serta stafnya.

Fakta ini terungkap ke publik karena kemunculan skandal seksual yang melibatkan anggota parlemen pro pemerintah, Damian Green. Dalam kejadian tersebut, ditemukan ribuan gambar porno dari komputer yang biasa digunakan oleh Green. Karena kejadian tersebut, Green pun kini sudah tidak lagi aktif sebagai anggota dewan terhormat Inggris.

Meski sudah tidak lagi bekerja dan mengundurkan diri dari jabatannya, Green tetap menyangkal kalau berkas terkait pornografi itu merupakan miliknya. Dia tidak pernah melihat atau mengunduh file-file tersebut. Namun, kejadian yang menimpa Green membuka tabir gunung es yang sebelumnya tersimpan rapi di kalangan anggota parlemen Inggris.

Dari data yang diungkapkan ke publik, terdapat sekitar 8.500 komputer yang digunakan di gedung parlemen Inggris. Data tersebut juga termasuk dengan berbagai jenis perangkat yang tersambung dengan jaringan WiFi parlemen. Sementara itu, data terpisah dari freedom of information (FoI) menunjukkan, ada setidaknya 2,7 juta kali percobaan untuk mengakses situs yang telah terblokir dari gedung parlemen pada rentang antara Januari hingga Oktober 2017.

Duh, itu di Inggris ya. Gimana dengan komputer serta perangkat elektronik lain yang ada di gedung DPR RI ya?

Facebook Comments
(Visited 16 times, 1 visits today)