Saat ini, cukup banyak pria yang tergolong sebagai suami-suami takut istri. Berbagai  alasan dikemukakan. Mulai dari takut kalau marah hingga enggan membuat hubungan suami istri jadi lebih longgar. Namun, bagaimana kalau seorang pria takut dengan istrinya sampai-sampai harus berpura-pura mati?

Itulah yang dilakukan oleh seorang pelatih olahraga tinju bernama Ramon Sosa. Pria ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka tembakan senjata api di bagian kepalanya. Namun, siapa yang menyangka kalau luka tersebut merupakan luka palsu. Dia melakukan hal tersebut setelah mengetahui kalau istrinya menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisinya.

Istrinya yang bernama Maria ‘Lulu’ Sosa menyewa tenaga pembunuh bayaran itu dengan uang sebesar 1.500 poundsterling atau setara 26 juta rupiah. Lulu pun tertawa lepas setelah melihat foto suaminya dalam kondisi bersimbah darah. Terlihat seolah tidak bernyawa.

Namun, siapa sangka kalau pada akhir, sosok yang tertawa bukanlah Lulu, melainkan Ramon yang seharusnya sudah meninggal. Aksi pura-pura yang dilakukan oleh Ramon itu sendiri merupakan sebuah sandiwara yang sebelumnya telah direncanakan. Bahkan, dia melakukan hal tersebut dengan bantuan dari FBI.

Lalu, darimana Ramon mengetahui kalau istrinya merencanakan pembunuhan terhadap dirinya? Usut punya usut, ternyata sebelumnya Lulu pernah mencoba untuk meminta salah satu mantan murid tinju Ramon untuk melakukan pembunuhan tersebut. Dari situ, dia kemudian meminta bantuan dari FBI untuk menangkap dan mencari bukti perencanaan ini.

Pembunuh bayaran yang disewa oleh Lulu pun termasuk sosok pemeran dalam sandiwara ini. Pembunuh bayaran tersebut merupakan salah satu agen FBI yang kemudian memperlihatkan foto palsu kematian Ramon kepada Lulu. Selanjutnya, Ramon pun disembunyikan dalam hotel selama tiga hari.

Lulu dan Ramon sejatinya merupakan pasangan yang telah hidup bahagia selama 8 tahun. Hanya saja, hubungan antara keduanya mulai retak sejak permasalahan ekonomi yang terjadi di tahun 2015. Karena kasus ini, Lulu pun akhirnya harus rela mendekam di penjara selama 20 tahun ke depan.

Ramon tak menyangka kalau kehidupannya bersama Lulu bakal berakhir seperti sekarang. Apalagi, dia mengingat kembali pengalaman pura-pura mati dan ditempatkan di lubang. Hal itu sangat mengerikan, ujarnya.

Facebook Comments
(Visited 7 times, 1 visits today)