Percayakah kalian bahwa sesuap nasi kepada anak terlantar bisa menolong kehidupan kalian di masa depan? Ini kisah pasangan tua yang memberi sesuap nasi kepada seorang bocah terlantar.

Disaat orang sedang susah, memang banyak cobaan yang datang. Sangatlah penting untuk berusaha tabah dan bertahan menghadapi cobaan-cobaan ini.

Disaat krisis moneter, banyak anak terlantar yang dihantam cobaan-cobaan berat. Jangankan bersekolah, mau makan sesuap nasi saja susah.

Anak kecil ini tetap berusaha sekolah dan belajar, namun perut lapar minta diisi. Dia pun ke sebuah kedai meminta sepiring kecil nasi putih.

Pasangan pemilik kedai ini pun memberikan sepiring nasih putih tanpa lauk dan segelas air minum untuk anak ini.

Selesai makan, anak ini pun bertanya bila mereka sudi memberikan dia sedikit nasi lagi untuk ditaruh di kantung plastik kecil.

Si bapak pemilik kedai pun bertanya, ‘Untuk apa taruh nasi di kantung plastik ini?’ si bocah menjawab dia butuh nasi itu untuk makan siang besok saat sekolah.

Si ibu pemilik kedai kemudian berdiskusi dengan si bapak dan bilang ke bocah ini supaya datang tiap malam untuk sepiring nasi untuk dimakan dan untuk dibawa sekolah.

Meskipun hanya nasi putih, si bocah ini girang tanpa kepalang. Dia pun rajin datang ke kedai itu sambil mengerjakan PR sekolahnya.

Suatu hari, bocah ini berhenti datang ke kedai itu, pasangan ini pun melupakan bocah ini dan berpikir bahwa dia sudah bisa mencari makan sendiri.

20 tahun kemudian, kedai ini sudah kehilangan banyak tamu karena banyak yang sudah pindah ke tempat yang lebih modern dan mereka sudah tidak sanggup mempertahankan kedai itu lagi.

Di saat mereka menerima surat bahwa mereka sudah disuruh keluar dari kedai karena tempat itu akan dihancurkan dan dibangun bangunan baru, mereka sudah hilang akal karena mereka tidak punya tempat lain dan mata pencaharian lain.

Beberapa hari kemudian, sebuah mobil berhenti di depan kedai itu dan meminta si bapak dan ibu naik ke mobil itu.

Pasangan ini pun dibawa ke sebuah restoran mewah dan dipertemukan dengan pemilik restoran itu.

Pemilik restoran ini kemudian menjabat tangan pasangan ini dan bilang dia sangat bahagia bisa bertemu mereka.

Pasangan tua ini jadi bingung karena mereka tidak ingat memiliki kenalan seperti ini dan mereka tidak mengenali wajahnya.

Pemilik restoran ini kemudian bilang bahwa dia mendapat tawaran sewa tempat di bangunan yang akan akan dibangun di tempat pasangan tua ini.

Si bapak menjadi kalap dan menuduh pemilik restoran ini provokasi dia.

Pemilik restoran ini kemudian menenangkan si bapak dan menjelaskan bahwa itu bukan tujuan dia memboyong mereka ke sana.

Dia kemudian menjelaskan bahwa dia teringat masa kecilnya saat melihat lokasi bangunan itu, dan bercerita bahwa dia tidak akan pernah menjadi sukses bila pasangan pemilik kedai di lokasi itu tidak pernah memberikannya sesuap nasi tiap malam.

Betapa kagetnya pasangan ini bahwa anak kecil yang kurus kering dan kuyu itu sudah menjadi orang sukses dan mereka memiliki andil.

Si pemilik restoran pun menawarkan jabatan kepala pemasak kepada si bapak ini saat restoran barunya sudah jadi di bangunan baru itu nanti. Tentu saja si bapak ini menerimanya.

Teman-teman, andai kata pasangan pemilik kedai ini berpelit-pelit dan menolak menolong bocah kecil ini, mungkin saat mereka butuh bantuan, tidak akan ada orang yang bisa menolong mereka.

Tolong bagikan artikel ini di facebook dan twitter supaya banyak yang makin sadar dan tidak memalingkan muka dan bersedia menolong orang-orang kesusahan di sekitar mereka.

bagi di facebook bagi di twitter

Facebook Comments
(Visited 1,281 times, 1 visits today)