Samsung saat ini dikenal sebagai produsen smartphone terbesar dunia. Dengan produk Samsung Galaxy miliknya, mereka mengalahkan beberapa kompetitor. Selain itu, perusahaan asal Korea Selatan ini juga dikenal memproduksi beragam perangkat elektronik lain. Mulai dari televisi, kulkas, hingga mesin cuci.

Tentunya, kesuksesan Samsung tidak datang dengan tiba-tiba. Siapa sangka kalau kesuksesan tersebut bermula dari berdagang sayur. Itulah profesi pertama yang dilakukan oleh pendiri Samsung yang bernama Lee Byung-Chul. Lee menawarkan berbagai barang, mulai dari sayuran, buah,hingga ikan kering di Taegu, wilayah timur laut Korea.

Usaha tersebut dilakukan oleh Lee setelah munculnya perang antara negara Cina dengan Jepang. Sebenarnya, dia sudah memiliki usaha pnggilingan padi dan transportasi yang terletak di Kota Masan, wilayah tenggara Korea. Namun, karena perang tersebut, dia pun terpaksa pindah ke Taegu dan beralih menjadi pedagang sayur.

Menariknya, awal mula berdagang sayur tersebut bisa berakhir dengan kesuksesan Samsung saat ini. Dengan modal sebesar 30 ribu won, Lee mendirikan toko kelontong yang berdagang berbagai jenis barang. Termasuk buah-buahan, sayuran, dan barang-barang kebutuhan rumah tangga lainnya.

Dia mengimpor barang dagangannya dari wilayah Mancuria yang dikenal sebagai koloni Jepang. Menurut buku berjudul “Samsung, Media Empire and Family: A Power Web” karya Chunhyo Kim, Lee juga mendirikan kerajaan Samsung dengan modal bantuan dari bank Jepang. Semenjak itu, Lee benar-benar memperlihatkan bakatnya dalam berbisnis.

Perang Dunia II juga menjadi lahan yang basah bagi seorang Lee. Dia memanfaatkan jaringan konglomerat dari Jepang untuk menjalankan bisnis serta mengorganisasi perusahaan yang ada di Korea. Sejak itu, Samsung tumbuh tidak hanya sebagai general store. Namun, telah memiliki beberapa usaha lain, seperti mesin manisan, pabrik tepung, dan lainnya.

Hingga akhirnya, pada tahun 1948, Lee secara resmi memindahkan usahanya ke Seoul. Di sana, dia pun mendirikan perusahaan baru yang disebutnya Samsung Trading Corporation. Tidak butuh waktu lama, dua tahun kemudian, Lee memiliki kantor dagang di Seoul, Masan, serta Taegu.

Asam garam perjuangan pun dirasakan oleh Samsung hingga mencapai kesuksesannya sekarang. Sempat pula tersandung kasus bahan baku ilegal di tahun 1963. Akibat kasus ini, Lee memilih mengundurkan diri dari posisi Chairman pada tahun 1967.

Dua tahun berikutnya pun menjadi titik kesuksesan besar Samsung. Lee kembali menjadi pimpinan tertinggi di perusahaan tersebut dan mendirikan Samsung Eletronics. Di tahun 1972, Samsung membuat TV pertama di Korea. Terus melakukan ekspansi, hingga lahirlah Samsung yang kini menjadi raja di pasar perangkat teknologi.

Facebook Comments
(Visited 36 times, 1 visits today)