Di Indonesia dan kebanyakan negara lain, dokumen resmi milik seseorang memiliki dua pilihan jenis kelamin. Yakni, laki-laki dan perempuan. Hal ini tentu sesuai dengan kondisi seseorang saat kelahirannya. Namun, bagaimana kalau sebuah negara ternyata mengakui tiga jenis kelamin warganya?

Aneh tapi nyata, itulah yang dilakukan oleh Negara Kanada dalam kebijakan terbarunya. Karena kebijakan barunya tersebut, seorang warga negara Kanada tidak hanya bisa memilih jenis kelamin perempuan atau laki-laki. Namun, bisa pula memilih jenis kelamin bertuliskan ‘X’ pada dokumen resminya.

Kebijakan ini disebutkan sebagai sebuah langkah besar dalam mengakui persamaan hak oleh Pemerintah Kanada. Warga negara Kanada pun bisa mengajukan perubahan jenis kelamin ke kantor Immigration, Refugees, and Citizenship Canada (IRCC), yang bertugas selayaknya dinas kependudukan.

Dalam pernyataan resminya, Pemerintah Kanada mengatakan kalau kebijakan tersebut ditunjukkan sebagai dukungan terhadap hak seorang individu. Termasuk di antaranya adalah menghormati orientasi seksual, identitas gender, serta ekspresi gender masing-masing warga negara.

Selain itu, hal ini juga menjadi bentuk perlindungan kalau terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan menimpa seorang transgender atau mereka yang enggan disebut laki-laki dan perempuan. Menteri Imigrasi Kanada Ahmed Hussen mengatakan kalau kebijakan baru ini merupakan salah satu bentuk ekspresi kebebasan yang diberikan pemerintah kepada warga Kanada.

Menariknya, Kanada menjadi negara pertama yang melakukan kebijakan seperti ini. Hal tersebut, mereka lakukan sesuai dengan undang-undang setempat yang berlaku, terutama terkait aturan Bill-C16 yang baru saja diresmikan dan menjadi bagian dari hak asasi masyarakat Kanada per bulan Juni 2017 lalu.

Di waktu yang sama, Kanada juga merupakan negara yang memberikan perlindungan tinggi kepada setiap warga negaranya. Termasuk di antaranya adalah warga muslim. Bahkan, beberapa waktu lalu, Justin Trudeau yang merupakan Perdana Menteri Kanada mengimbau kepada warga Amerika yang muslim dan imigran beralih menjadi warga negara Kanada.

Kondisi ini pun hampir mirip dengan situasi di negara tetangga, Thailand. Di situ, kita bisa menjumpai banyak orang yang melakukan operasi jenis kelamin. Hanya saja, Pemerintah Thailand tidak mengambil langkah ekstrem dengan mengakui jenis kelamin seorang transgender secara resmi dalam dokumen.

Facebook Comments
(Visited 18 times, 1 visits today)