Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi lembaga yang penting di sebuah negara, terutama negara dengan asas demokrasi. Lembaga inilah yang bertugas untuk menyuarakan pendapat masyarakat kecil. Hanya saja, tak jarang para anggota DPR menyalah gunakan tugasnya dan mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri.

Dalam kondisi seperti itu, tidak heran kalau masyarakat pun banyak yang tidak puas dengan kinerja seorang anggota DPR. Nampaknya, hal inilah yang baru-baru ini berlangsung di negara Venezuela.

Pada awal bulan Juli 2017 lalu, sekitar 100 orang buru-buru menyerbu kantor DPR setempat. Niat mereka bukan untuk menyampaikan pendapat. Pada peringata Hari Kemerdekaan negara tersebut, mereka memutuskan untuk berlomba-lomba memukuli para anggota DPR.

Menurut laporan yang dikutip dari BBC, anggota kepolisian pun tak bisa berbuat banyak saat mengetahui fenomena ini. Apalagi, jumlah massa yang cukup banyak dengan bersenjata tongkat dan pipa. Akibat aksi penyerangan kantor DPR ini, sebanyak 5 anggota mengalami luka.

Salah seorang korban bernama Armando Armas mengatakan kalau luka yang diterimanya tidak terlalu parah. Dia mengatakan, kalau lukanya tersebut tidak seberapa dibandingkan kondisi Pemerintahan Venezuela yang saat ini dalam posisi sakit.

Usut punya usut, ternyata aksi pemukulan tersebut dilakukan oleh sekelompok massa yang tergabung dalam pendukung pemerintah bernama colectivos. Mereka pun mendatangi kantor DPR dan memukuli setiap anggota DPR yang mereka jumpai. Bahkan, ada anggota DPR yang jatuh ke lantai dan ditendangi.

Foto dan video aksi penyerangan ini pun beredar luas di jagat maya. Menurut informasi dari politis Julio Borges, gedung parlemen Venezuela tidak hanya berisi anggota DPR. Setidaknya, ada sekitar 108 wartawan, pelajar, serta pengunjung yang saat itu berada di sana.

Untungnya, para saksi mata mengungkapkan kalau para pengunjung tersebut diperbolehkan meninggalkan gedung. Situasi penyerangan ini memang terlihat sangat berbahaya. Apalagi, menurut laporan dari wartawan AFP, ada seorang penyerang yang terlihat membawa senjata api.

Kondisi politik di Venezuela memang tengah panas. Di satu sisi, Presiden Nicolas Maduro memperoleh banyak dukungan dari warganya. Di sisi lain, para anggota Parlemen kerap menyuarakan pendapatnya dalam mengkritik setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Facebook Comments
(Visited 19 times, 1 visits today)