Apa yang kamu lakukan ketika berusia 11 tahun? Umumnya, saat itu seorang bocah masih sibuk dengan aktivitas bermainnya. Tidak lupa, mereka juga menyibukkan diri dengan kegiatan belajar di sekolah. Tentu saja sekolah dasar.

Namun, hal yang berbeda dilakukan oleh seorang bocah jenius bernama Supanida Apaiwong. Alih-alih bermain bersama teman seusianya, Supanida malah menghabiskan waktunya untuk menerima pelajaran anak kuliah. Ya, Supanida telah memutuskan untuk mengambil 2 mata kuliah di sebuah universitas terbuka.

Bagi seorang Supanida, hal ini sudah menjadi hal yang biasa. Apalagi, dia telah melakukannya sejak usia 9 tahun. Waktu itu, Supanida mengambil mata kuliah hukum publik dan berhasil menyelesaikannya. Padahal, mata kuliah ini dikenal sebagai pelajaran yang sulit bagi mahasiswa hukum.

Hal ini seperti diumumkan secara langsung oleh Sukhothai Thammathirat Open University (STOU). Mereka mengumumkan kalau Supanida telah berhasil menyelesaikan dua pendidikan mata kuliah di tempatnya, yakni hukum publik serta manajemen.

Hal yang lebih mengejutkan diungkpakan oleh STOU. Mereka mengatakan kalau aktivitas belajar Supanida di tempat mereka telah berlangsung lama, sejak dia berusia 5 tahun. Hal itu mereka ungkapkan setelah muncul laporan dari Bangkok Post yang menuliskan bahwa Supanida telahmenempuh sebanyak 36 sks.

Hal itupun mereka ungkapkan secara gamblang dalam halaman Facebooknya. Di situ, STOU membenarkan kalau Supanida telah mendapatkan mata kuliahnya di STOU sejak usia 5 tahun. Dan, semua pelajaran tersebut bisa diserap oleh bocah jenius ini dengan lancar tanpa hambatan berarti.

Sontak saja, hal ini pun menjadi perhatian publik, dan banyak yang memberikan ucapan serta pujian kepada sosok Supanida. Apalagi, saat menyelesaikan pendidikan mata kuliahnya tersebut, Supanida juga tercatat masih aktif menempuh pendidikan formal di Sekolah Rattana Suksa yang terletak daerah Thung Shong, Nakhon Si Thammarat.

Kisah bocah jenius Supanida ini pun menjadi sumber inspirasi banyak orang. Terutama bagi mahasiswa yang tengah mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masa pendidikannya. Kalau bocah 11 tahun saja bisa sukses mempelajari mata kuliahnya, bagaimana dengan mereka? Meski tentu saja, kemampuan setiap orang berbeda satu sama lain. Paling tidak, semangat tentu saja tidak boleh kalah dong!

 

 

Facebook Comments
(Visited 26 times, 1 visits today)