Tuntutlah ilmu setinggi langit. Kalimat tersebut mengajak siapapun untuk giat dalam menuntut ilmu. Tidak ada batasan status dalam melakukannya. Hanya saja, dalam praktiknya, aktivitas menuntut ilmu membutuhkan biaya yang mahal. Oleh karena itu, gelar pendidikan yang tinggi, hanya bisa diperoleh orang-orang berduit.

Namun, hal yang dilakukan oleh seorang penjual koran bernama Jusman membuktikan kalau orang miskin juga berhak mendapatkan gelar pendidikan. Meski sehari-harinya hanya menjanjakan koran di jalanan, Jusman mendapatkan gelar sarjana dengan predikat cumlaude. Dia pun hanya butuh waktu 3 tahun untk menyelesaikan pendidikannya.

Berbeda dengan mahasiswa lain, Jusman yang tercatat sebagai salah satu mahasiswa di Universitas Negeri Manado (Unima) tersebut berasal dari keluarga petani. Orang tuanya pun memiliki kesulitan untuk membiayai pendidikannya. Apalagi, orang tuanya yang tinggal di Enrekang, Sulawesi Selatan harus hidup dalam kondisi serba kekurangan. Ditambah lagi, ada tiga orang yang perlu dihidupi.

Dengan kondisi seperti itu, Jusman pun melakukan berbagai hal agar bisa meringankan beban orang tuanya. Termasuk dalam mencari tempat tidur. Jusman tidak punya rumah kos. Sebagai gantinya, Jusman bersama dengan beberapa teman mahasiswa lainnya tinggal di sebuah kamar yang terletak di sekitar kampus.

Di rumah tersebut, mereka tidak perlu membayar uang kos. Sebagai gantinya, Jusman dan teman-temannya harus secara rutin membersihkan area di sekitar kampus. Dengan melakukan hal ini, Jusman pun bisa menghemat pengeluarannya dalam jumlah yang cukup besar. Bahkan, dia juga cukup sering makan tanpa lauk. Hanya nasi bercampur sayur.

Untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya kuliahnya, Jusman memilih menjadi penjual koran. Pekerjaan ini dilakukannya pada rentang antara Jumat sore hingga hari Minggu. Hasilnya pun cukup bagus. Dalam satu hari, Jusman bisa memperoleh uang mencapai Rp50 ribu. Bahkan, kalau ramai dia bisa mendapat uang Rp100 ribu.

Meski harus membagi waktunya untuk kuliah dan bekerja, Jusman mengaku tidak ada permasalahan terkait pendidikannya. Bagi Jusman, hal tersebut bisa diatasi dengan kerja keras dan niat yang tinggi. Hasilnya pun terlihat jelas. Pada 9 Agustus lalu, Jusman berhasil lulus dengan predikat cumlaude. Hal ini pun tentu sangat membahagiakan, karena hanya ada tiga sarjana yang lulus dengan predikat tersebut.

Selepas lulus kuliah, Jusman memiliki ambisi besar untuk pulang ke kampung halamannya. Dia bercerita, kalau masih ada impian yang ingin dikejarnya. Impian tersebut tidak lain adalah, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dia pun berencana agar bisa mendapatkan beasiswa.

Semoga berhasil, Jusman.

Facebook Comments
(Visited 12 times, 1 visits today)