Orang tua kerap memilih nama yang terbaik bagi anak-anaknya. Hanya saja, terkadang ada pula orang tua yang memberikan nama unik dan sangat aneh. Bisa jadi, bocah SMP bernama Tahanan PBB ini merupakan nama paling unik. Kok bisa-bisanya kedua orang tuanya memberi nama anaknya dengan Tahanan PBB?

Usut punya usut, nama unik bocah ini ternyata memiliki latar belakang cerita yang kelam. Apalagi, diketahui kalau kedua orang tuanya yang bernama Mohammad Yaqub dan Akilah bukan warga negara Indonesia (WNI). Keduanya adalah imigran yang berasal dari Afganishtan dan saat ini menempati Rumah Detensi Imigran (Rudenim) Manado.

Menurut informasi yang dilansir dari Intisari, diketahui kalau Tahanan PBB merupakan anak mereka yang pertama, lahir pada tahun 31 Agustus 2003. Kedua orang tua tersebut memutuskan memberinya nama Tahanan PBB karena proses kelahirannya yang berlangsung di dalam rumah tahanan.

Kedua orang tua Tahanan PBB awalnya ditempatkan di Rudenim Sumbawa. Setelah berada cukup lama di sana, kedua orang tuanya akhirnya dipindah ke Rudenim Manado. Mereka pun tidak bisa melanjutkan perjalanannya ke negara suaka, yakni Australia yang kerap menjadi tujuan utama para imigran. Alasannya, karena kedua orang tua Tahanan Abadi adalah imigran ilegal.

Selain Tahanan PBB, anak kedua dari pasangan Mohammad Yaqub dan Akilah juga punya nama yang unik, yakni Tahanan PBB Nomor Dua. Penamaan ini memperlihatkan kalau mereka sudah sangat muak dengan kondisi yang mengharuskan mereka selalu berada di tahanan.

Meski begitu, kebutuhan dasar para imigran tersebut masih dipenuhi oleh Pemerintah Indonesia. Sebagai buktinya, Tahanan PBB saat ini tercatat sebagai salah seorang siswa di SMP Negeri 2 Manado. Di sekolah negeri tersebut, Tahanan PBB saat ini berada di kelas 2 dan sebentar lagi akan naik ke kelas 3.

Tidak heran saat ini para imigran gelap yang ada di Rudenim Manado tengah melakukan aksi mogok makan. Total, terdapat sebanyak 140 imigran gelap yang menjadi penghuni Rudenim Manado. Para imigran gelap tersebut pun berasal dari berbagai negara, termasuk di antaranya adalah Myanmar, Pakistan, Suriah, Ethiopia, Somalia, Sudan, serta Afganishtan.

Facebook Comments
(Visited 41 times, 1 visits today)