Seorang ibu seharunya memiliki rasa kasih sayang yang sangat besar kepada anaknya. Apalagi, anak kandung, bukan anak tiri. Namun, bagaimana jadinya kalau ada seorang ibu yang tega mengikat anak kandungnya di tangga hanya karena alasan sepele.

Kejadian ini berlangsung di Kota Leiyang, Provinsi Hunan, Cina. Seorang ibu tega mengikat anak kandungnya di tangga apartemen tempat tinggalnya. Bahkan, dia pun tetap membiarkan anaknya dalam kondisi tersebut meski telah menangis selama berjam-jam.

Tidak hanya itu, ibu tersebut juga memotret foto anaknya yang tengah dalam kondisi terikat dan membagikannya ke orang-orang terdekatnya. Utamanya adalah mantan suaminya yang saat ini dalam posisi bekerja di Qingyuan, Provinsi Guangdong.

Tak lama setelah mengetahui hal tersebut, orang tua mantan suami ibu tersebut pun datang ke tempat kejadian. Di situ, pasangan kakek dan nenek itu berusaha untuk menyelamatkan cucunya. Namun, aksi penyelamatan itu ditolak mentah-mentah oleh mantan menantunya.

Ibu kejam ini diketahui baru saja melakukan perceraian dengan suaminya. Dari hasil pernikahan tersebut, mereka memiliki dua orang anak. Satu di antaranya tinggal bersama ibu tersebut dan anak kedua tinggal bersama kakek dan neneknya.

Dari hasil perjanjian perceraian, mantan suami ibu kejam itu siap mengirimkan uang sebesar 2 ribu yuan per bulan beserta dengan biaya pendidikan anaknya sebesar 5.700 yuan. Hanya saja, pada saat kejadian tersebut, ternyata mantan suami wanita tersebut hanya mengirimkan uang bulanan setengahnya, yakni 1.000 yuan.

Sang ayah pun merasa sangat marah setelah memperoleh kiriman foto anaknya dalam kondisi terikat di tangga. Dia kemudian meneruskan foto tersebut ke kakek dan neneknya dan selanjutnya melaporkan kejadian ini kepolisian terdekat.

Hanya saja, butuh waktu lama untuk melepas ikatan pada bocah tersebut, sekitar 20 menit. Akibat tindakan kejam ibunya tersebut, bocah ini pun mengalami trauma yang berkepanjangan. Apalagi, dia tidak menyangka kalau ibu kandungnya tega melakukan hal tersebut.

Kejadian ini pun sebaiknya menjadi pelajaran bagi setiap orang tua. Terutama, mengenai perceraian yang pada ujungnya akan berakibat buruk kepada anak. Jadi, dalam kondisi apapun pernikahan, usahakan untuk terlihat rukun di depan anak.

Facebook Comments
(Visited 4 times, 1 visits today)