Berita hoax memang sering membuat rugi seseorang. Bahkan, tak jarang sosok yang dirugikan adalah seorang pedagang kecil. Hal inilah yang dialami oleh seorang pengusaha warung bakso di Bekasi bernama Taufik M Widodo. Akibat berita hoax yang beredar lewat WhatsApp dan Facebook, omzet warungnya pun turun drastis, hingga 50%.

Berita ini bermula ketika warung bakso Kumis Permai VI milik Widodo yang beralamat di Perumahan Graha Prima Baru Blok M, Kabupaten Bekasi, tutup selama 25 hari. Penutupan warung tersebut dilakukan oleh Widodo karena penanggung jawab warung tersebut memiliki hajatan pernikahan di Lampung. Penutupan warung itu berlangsung antara 25 Agustus sampai 19 September 2017.

Setelah acara tersebut selesai, Widodo pun menjalankan bisnisnya secara normal. Namun, ada hal yang janggal. Warungnya tersebut sepi pelanggan. Demikian pula cabang warung baksonya di tempat lain. Akibat sepinya pelanggan tersebut, Widodo mengaku omzetnya turun hingga 50%. Tidak hanya itu, tiba-tiba saja ketua RW setempat memanggil penanggung jawab warungnya. Ketua RW menyebut warungnya telah menimbulkan keresahan warga.

Sontak saja, Widodok pun terkejut dengan pernyataan tersebut. Dia pun berusaha mencari informasi lebih lanjut terkait hal tersebut. Dari sini, baru diketahui kalau ada isu miring yang diembuskan oleh orang tak bertanggung jawab dengan memanfaatkan penutupan warungnya kala ada hajatan.

Dalam isu tersebut, disebutkan kalau warung bakso Widodo telah dirazia polisi, alasannya karena menggunakan bahan dari daging celeng atau babi. Isu ini pun beredar secara gencar, terutama di kalangan warga sekitar warung. Sontak saja, Widodo kaget dengan kondisi seperti itu. Widodo pun berusaha untuk mengembalikan nama baik warungnya.

Dia menuliskan konfirmasi kalau isu yang disebar luaskan tersebut bohong belaka. Tak berapa lama, ada beberapa orang yang meminta maaf telah ikut menyebarkan kabar bohong tersebut. Mereka pun menuliskan permintaan maafnya lewat akun media sosial. Namun, ada pula yang pengecut dan memilih menghapus akun.

Widodo mengaku telah mendapatkan kerugian besar akibat berita hoax tersebut. Terkait hal ini, Bhabimkamtibmas Mangun Jaya, Aiptu Larso mengungkapkan kalau pihaknya berusaha untuk membantu Widodo. Dia membenarkan klarifikasi pemilik warung tersebut. Selain itu, dia juga mengingatkan, saat ini Widodo bisa pula menggunakan jalur hukum untuk menuntut pihak yang dianggap bertanggung jawab atas penyebaran berita hoax ini.

Facebook Comments
(Visited 65 times, 1 visits today)