Tak semua orang bisa berbuat baik kepada orang-orang di sekitarnya. Apalagi, kalau hal tersebut mereka lakukan secara rutin dan telah berlangsung selama bertahun-tahun. Hanya sedikit orang yang bisa melakukan hal ini. Seorang pemilik kedai mie dari Tiongkok bernama Wang Xiaojun adalah salah satunya.

Pria yang memiliki sebuah kedai mie di Provinsi Henan tersebut secara rutin membagikan seporsi mie gratis kepada para lansia. Lansia yang ingin memperoleh menu mie gratis dari Xiaojun pun tidak perlu repot-repot membawa tanda pengenal atau apapun. Mereka cukup datang ke kedai mie Xiaojun dan pria ini akan secara langsung memberikan seporsi mie gratis kepadanya.

Tidak hanya mie gratis, Xiaojun juga secara khusus membuat mie gratis untuk para lansia tersebut mudah dimakan. Apalagi, untuk seorang yang sudah berusia renta. Oleh karena itu, proses pembuatan mie gratis untuk para lansia itu membutuhkan waktu lebih lama. Dia pun membentuk mie itu lebih tipis dari biasanya. Sebagai tambahan, proses memasaknya juga lebih lama.

Dengan begitu, para lansia yang menyantap mie gratis itu tidak akan kesulitan saat memakannya. Menariknya, hal ini telah dilakukan oleh Xiaojun selama 7 tahun terakhir. Meski telah berlangsung sangat lama, Xiaojun mengatakan kalau dirinya tidak ingin berhenti. Bahkan, masih akan terus melakukan hal tersebut.

Dalam sebuah wawancara, Xiaojun mengatakan kalau aktivitas yang dilakukannya tersebut memperoleh inspirasi ketika dia tinggal selama 12 tahun di Provinsi Qinghai. Di situ, dia mendapatkan perawatan dari para prajurit yang telah berusia tua renta. Hal tersebut pun mereka lakukan meski dalam kondisi tubuh yang sudah tak lagi muda.

Sebagai balas jasanya, Xiaojun kini secara rutin menyediakan sekitar 10 porsi makanan gratis untuk para lansia. Jumlah tersebut pun tidak pasti. Bahkan, bisa meningkat menjadi 20 hingga 30 porsi kalau hari-hari sibuk. Sontak saja, hal ini pun memperoleh apresiasi tinggi dari para lansia yang berkunjung ke kedainya.

Seorang nenek yang datang ke tempat Xiaojun pun menyarankan agar Xiaojun tidak memberikan makanan itu secara gratis. Apalagi, hal itu bisa berdampak buruk pada bisnisnya. Alih-alih gratis, dia bisa menyediakan diskon. Namun, Xiaojun memiliki pendapat lain. Dia sebelumnya telah berjanji kalau dirinya ingin melakukan hal ini sejak dulu, dan saat ini dia berkesempatan melakukannya.

Bagi Wang, hal yang dilakukannya tidak hanya sekadar uang. “Semua orang akan memperoleh satu porsi gratis,” ujarnya. Apalagi, dirinya adalah sosok yang masih muda. Sudah seharusnya dia merawat orang-orang tua renta yang ada di sekitarnya. Hal itu, ujarnya, merupakan salah satu bentuk penghormatan dan bakti yang dilakukannya.

Facebook Comments
(Visited 15 times, 1 visits today)