Mie instan menjadi salah satu jenis makanan cepat masak yang jadi favorit masyarakat Indonesia. Tidak hanya mahasiswa yang notabene jauh dari rumah suka dengan masakan ini. Bahkan, mereka yang berada di luar negeri pun kerap merindukan cita rasa berbagai jenis mie instan yang biasanya dapat ditemukan dengan mudah di tanah air.

Namun, tidak sedikit yang beranggapan kalau konsumsi mie instan secara terus menerus bisa menimbulkan risiko penyakit pada tubuh. Tak sedikit pula yang tidak menghiraukan hal tersebut. Menurut mereka, yang penting enak dan mengenyangkan.

Nah, ada hal menarik yang baru-baru ini tersebar di jejaring sosial. Hal tersebut adalah video yang memperlihatkan eksperimen pencampuran mie instan dengan obat luka. Dalam video tersebut, obat luka yang digunakan bermerek Betadine.

Dalam video itu, diperlihatkan kalau mie instan akan mengalami perubahan warna dari kuning menjadi biru. Penggunaan obat luka sebagai indikator dilakukan karena zat yang digunakan mengandung bahan povidone-iodine. Bahan inilah yang kemudian dipakai untuk mengambil kesimpulan dari percobaan.

Dalam kesimpulannya, video ini mengungkapkan kalau mie instan sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Terbukti kalau mie instan memiliki kandungan karbohidrat amylum dalam jumlah yang tinggi. Konsumsi zat ini secara rutin pun bakal menimbulkan penyakit kanker.

Namun, apakah memang benar seperti itu? Menjawab pertanyaan ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyuarakan pernyataannya. Mereka mengatakan kalau percobahaan seperti itu tidak bisa dijadikan patokan. Terutama untuk mengetahui adanya kandungan pemutih ataupun pengawet pada makanan.

Lebih lanjut, BPOM menjelaskan kalau amylum yang biasa disebut dengan pati akan bereaksi kalau bercampur dengan iodine. Dari percampuran ini, akan muncul rantai poliiodida yang membuatnya berubah warna, dari kuning menjadi biru kehitaman. Semakin tinggi intensitas warna hitam, maka semakin panjang rantai poliiiodida yang terbentuk.

Oleh karena itu, BPOM mengungkapkan kalau tidak ada kepastian yang bisa ditangkap dari kesimpulan percobaan itu. Apalagi, bisa menyimpulkan adanya kandungan zat kimia berbahaya dengan percobaan iodine tersebut. So, jangan terlalu khawatir ya saat mengonsumsi mie instan. Cuman, ya jangan terlalu keseringan juga…

Facebook Comments
(Visited 20 times, 1 visits today)