Seorang guru sejatinya menjadi contoh teladan yang baik bagi muridnya. Dengan begitu, murid pun bisa mengikuti teladan itu dalam kesehariannya. Namun, bagaimana jadinya kalau ternyata seorang guru malah berlaku tidak terpuji dan bahkan menghajar muridnya di dalam kelas?

Itulah yang terungkap dalam sebuah video yang baru-baru ini beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat bagaimana murid tersebut hanya mampu berdiri dan akhirnya berada di sudut kelas hanya untuk menerima setiap pukulan dari gurunya sendiri.

Awalnya, sempat tersiar kalau kejadian ini melibatkan seorang wali murid yang tak terima anaknya telah disetubuhi salah satu murid di sekolah. Namun, isu tersebut ditepis setelah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan KPAI, terungkap kalau pelaku pemukulan ini adalah guru di sebuah SMP yang berada di Pangkalpinang, Riau. Akibat kasus pemukulan tersebut, korban yang diketahui berinisial RHP harus menjalani perawatan intensif di IGD RSUD Kota Pangkalpinang.

Sementara itu, pelaku diketahui berinisial M merupakan salah satu guru mata pelajaran matematika di SMP tersebut. Lalu, bagaimana kronologinya hingga sampai terjadi pemukulan siswa oleh gurunya di dalam kelas?

Usut punya usut, kejadian ini bermula karena aksi iseng RHP yang sengaja memanggil gurunya M dengan tanpa panggilan pak. Mendapat panggilan seperti itu, M pun tidak terima. Dia kemudian mencari-cari RHP dan akhirnya ketemu di salah satu kelas.

Setelah berhasil menemukan RHP, M pun langsung melakukan interogasi. Di situ, RHP mengakui kalau memang memanggil M dengan tanpa panggilan pak. Tak ayal, M langsung melancarkan pukulan ke berbagai anggota tubuh RHP. Bahkan, saking brutalnya, ada yang mengatakan kalau RHP sempat pingsan.

Pihak orang tua RHP pun merasa tak terima karena anaknya diperlakukan secara brutal oleh gurunya sendiri. Demikian pula KPAI yang mengatakan kalau tindakan seperti itu tidak seharusnya dilakukan guru. Apalagi, sempat ada aksi pembenturan kepala RHP ke dinding. Akibat perbuatannya ini, pihak keluarga pun siap membawa kasus ini ke pengadilan.

 

Facebook Comments
(Visited 15 times, 1 visits today)