Sudah menjadi rahasia umum kalau tingkat terjadinya korupsi di Indonesia sangatlah tinggi. Pembangunan infrastruktur pun menjadi target korupsi yang paling banyak. Alhasil, kualitas bangunan yang dihasilkan pun jauh dari harapan.

Gedung DPRD DKI Jakarta adalah salah satu contoh buruknya kualitas hasil pembangunan yang berlangsung di Indonesia. Bangunan ini didirikan pada tahun 2012. Jumlah dana yang dikucurkan untuk pembangunan gedung ini pun sangat wah, mencapai Rp500 miliar.

Hanya saja, kualitas bangunan ternyata tidak setinggi uang yang dikeluarkan. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Tribunnews, bangunan tersebut kini sudah mengalami kerusakan pada beberapa bagian.

Salah satunya adalah pada bagian tembok yang terletak di sisi timur gedung. Tembok tersebut diketahui dalam kondisi melengkung yang sangat membahayakan para pejalan kaki. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (15/12) pun telah melakukan peninjauan. Hasilnya, terdapat keretakan dan kemiringan tembok mencapai 20 derajat.

Hanya saja, Pemerintah DKI tidak akan mengeluarkan dana untuk perbaikan dinding tersebut. Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DKI Jakarta Muhammad Yuliadi mengatakan kalau perbaikan dinding itu menjadi tanggung jawab pihak konstruksi yang membangun gedung. Dalam hal ini, konstruksinya adalah PT Jaya Konstruksi.

Menariknya, kasus kerusakan seperti ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi di Gedung DPRD DKI Jakarta. Pada tahun 2014, sempat pula muncul kerusakan pada plafon, kaca, lit, serta kloset duduk dan tombol siram toilet.

Sementara itu, Pemerintah DKI Jakarta hanya menyediakan biaya perawatan gedung. Biaya tersebut pun diperuntukkan untuk perbaikan kecil dan pemeliharaan. Sementara itu, untuk kerusakan seperti pada dinding yang retak tersebut, tidak bisa dibiayai dengan dana tersebut. Semoga saja, untuk kerusakan yang sekarang, pihak perusahaan konstruksi pun mau bertanggung jawab.

Gedung ini sendiri merupakan gedung baru yang lokasinya bersebelahan dengan gedung yang lama. Gedung ini memiliki sebanyak 11 lantaidengan luas mencapai 15.604 meter persegi. Gedung ini juga memiliki tiga lantai yang berfungsi sebagai basement. Lahan parkir yang tersedia di gedung ini juga sangat luas, mampu menampung sebanyak 186 kendaraan. Hal itu diperuntukkan untuk para tamu serta anggota dewan.

Facebook Comments
(Visited 21 times, 1 visits today)