Seorang laki-laki tampan asal Cina berusia 20 tahun ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di Italia. Awalnya, pembunuhan ini dianggap sebagai kasus pembunuhan biasa. Namun, siapa sangka kalau ternyata ada hal mengerikan di balik pembunuhan ini.

Pria bernama Hu Congliang tersebut diketahui ternyata adalah seorang gay alias pencinta sesama jenis. Dia memiliki pasangan yang berusia lebih muda, 17 tahun. Sebelum kasus pembunuhan ini, keduanya ternyata memutuskan untuk berpisah.

Hanya saja, perpisahan tersebut sepertinya tidak diinginkan oleh Hu. Sebagai buktinya, dia mengancam kepada mantannya tersebut kalau akan mengekspose kelainan seksual yang dimilikinya. Kenyataan kalau pasangannya tersebut lebih memilih menyukai laki-laki ketimbang lawan jenis.

Mereka pun memiliki dokumentasi aktivitas seksual yang tersimpan secara rapi dalam ponsel Hu. Mendengar hal tersebut, pelaku pun berinisiatif untuk melakukan tindakan pencegahan. Tak lama, dia bersama dengan empat temannya, mendatangi kediaman orang tua Hu pada akhir pekan di Kota Modena, Itali.

Para pelaku pun sempat disambut dengan hangat oleh ibu Hu. Melihat kalau tidak ada hal mencurigakan, ibu Hu pun mempersilakan para pelaku untuk masuk ke kamar Hu. Namun, siapa sangka kalau di kamar tersebut lah pasangan Hu bersama dengan empat temannya melakukan pembunuhan.

Mereka membunuh Hu dengan cara menutup wajahnya dengan bantal hingga kehabisan napas. Selanjutnya, mereka pun menaruh tubuh tak bernyawa Hu ke dalam sebuah kopor dan meletakkannya di bawah kasur. Rencananya, mereka akan menghilangkan bukti kasus pembunuhan ini dan membawa tubuh Hu pergi.

Namun, rencana tersebut akhirnya gagal. Hal ini terungkap saat ibu Hu menyadari ada hal aneh ketika para pelaku pamit pulang. Saat itu, para pelaku mengatakan kalau Hu telah keluar terlebih dulu. Mendengar hal tersebut, dia pun mencoba untuk mengecek kondisi kamar Hu.

Saat itu, dia melihat ada koper yang ditempatkan pada posisi tidak seharunya. Namun, hal yang ditemukannya malah sangat mengerikan. Tubuh tak bernyawa anak kesayangannya berada dalam koper tersebut. Ibu Hu pun melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.

Oleh pihak kepolisian, lima pelaku yang dikenali oleh Ibu Hu langsung dipanggil ke kantor. Hanya saja, pihak kepolisian kesulitan memperoleh pernyataan dari kelimanya. Alasannya cukup aneh, para orang tua pelaku mengaku kalau anak-anaknya tidak bisa berbahasa Itali secara lancar.

Facebook Comments
(Visited 80 times, 1 visits today)