cerita anak kecil yang menawarkan kursi bus ke ibu hamil
Ini kisah seorang anak dekil yang memberikan kursi-nya di bus kota ke seorang ibu hamil. Ibu ini menolak karena dia terlihat kotor, namun apa yang dia lakukan kemudian membuat ibu ini sangat tersentuh.

Perilaku anak adalah cerminan perilaku dan didikan orang tua-nya. Kisah ini memiliki arti dan pesan yang sangat dalam.


Setiap pagi bus kota selalu padat penumpang, dan banyak orang silih berganti duduk di bangku bus yang selalu penuh.

Suatu pagi, seorang anak kecil masuk ke bus dan langsung dapat tempat duduk karena orang yang menempati bangku tersebut bangkit dan turun di sebuah setopan.

Anak kecil itu sangat dekil, dan dia memegang satu tas yang terlihat sangat kotor. Tas itu kelihatannya sudah cukup lama tidak diganti dan tidak pernah lepas dari anak kecil ini.

Tak lama kemudian, seorang ibu hamil naik ke bus. Anak dekil ini dengan sopan mempersilahkan ibu hamil ini untuk duduk, ‘Tante, ini silahkan duduk di kursi ini’

Ibu hamil ini merasa jijik ketika dia melihat anak dekil ini dan membawa tas kotor. Anak kecil ini sadar diri, dan mengambil satu helai kertas tisu dan mengelap kursi yang didudukinya tadi.

Setelah membersihkan kursi itu, anak ini berkata, ‘Tante, ini kursinya sudah bersih. Duduk yah?’

Ibu hamil ini pun jadi malu, kemudian manggut dan duduk di kursi bekas anak dekil ini.

Saat supir bus mendadak menginjak rem, anak ini hampir terjatuh namun dia berhasil menjaga keseimbangan dan melindungi tas yang dibawanya.

Seorang wanita pun memuji-nya, ‘wah, kamu hebat sekali’

Anak dekil ini menjawab, ‘Ah tidak, saya belum hebat. Ibu-ku selalu membandingi aku dengan orang lain yang lebih hebat dan ingin aku hebat dan berani seperti mereka. Sekarang aku belum hebat, tapi aku sudah berani, seperti Forrest Gump’

Ibu hamil itu kaget dan bertanya karena penasaran, ‘Kamu… kamu tahu Forrest Gump?’

Anak ini pun menjawab pertanyaan ibu hamil itu, ‘Iya, mama kasih aku nonton Forrest Gump dan mengajari aku hikmah dari filem itu.’

‘Memangnya apa yang kamu pelajari dari filem Forest Gump?’, tanya ibu hamil ini lagi.

‘Saya tidak harus peduli apa pandangan orang lain terhadap saya, jalani hidupku sendiri dan berikan apa yang bisa kuberi sebaik mungkin. Hidup ini seperti kotak cokelat, rasa-nya berbeda-beda tapi tetap manis sepanjang kita bisa menghargainya dan melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan’, jawab si anak dekil.

Si ibu hamil ini kaget, ‘wah… apa kerja ibu-mu?’

‘Ibu dulu guru di desa-ku’, jawab anak dekil ini dengan wajah bangga.

‘Terus sekarang ibu-mu kerja apa?’ si ibu hamil ini tambah penasaran.

Setelah ditanyain pertanyaan itu, mata si anak dekil ini mulai memerah dan sedikit berair, ‘ibu sekarang ada di tas-ku ini.’

Orang-orang di sekitar anak ini langsung kaget. Salah satu dari mereka bertanya, ‘di mana ayah-mu nak?’

‘Ayah sudah meninggal beberapa tahun lalu. Ibu dulu guru di desa, tapi penghasilan tidak cukup, karena itu dia membawa saya pergi ke kota untuk mencari kerja lain. Namun suatu hari ada besi besar di sekitar konstruksi jatuh menimpa ibu. Dia meninggal di tempat, namun saya tetap membawa dia kemanapun aku pergi dan berharap suatu saat aku bisa membuatnya bangga’

Mata ibu hamil ini pun berlinang air mata, ‘nak, kamu masih sekolah?’

Dia menggelengkan kepala sedih, ‘saya tidak punya uang ke sekolah, tapi saya selalu baca buku yang dibuang orang di sekitar pabrik’

anak kecil baca buku bekasPara penumpang lain sangat tersentuh, mereka menyemangati dia dan berjanji akan memberikan dia banyak buku yang masih layak dibaca supaya dia tetap bisa belajar.

Anak dekil ini sudah kehilangan orang tua-nya dan harus berjuang supaya tetap hidup di kota, namun dia belum kehilangan segala-nya. Dia masih memiliki semangat hidup, keberanian dan keinginan membuat orang tua-nya bangga meskipun mereka tidak bisa melihatnya lagi.

Banyak anak yang minder karena berasal dari keluarga yang kurang berada dan kehilangan semangat hidup. Apa yang dilakukan almarhumah ibu anak ini akan tetap hidup di hati-nya dan membuat anak ini tidak bisa dipandang rendah.

Sangatlah penting memandang hidup ini dari segi positif dan memutar balikkan pandangan rendah terhadap kita menjadi respek adalah tantangan yang layak kita lakukan. Bila anak ini bisa melakukannya, maka kita juga bisa.

Suka cerita ini? jangan lupa di-share yah?

bagi di facebook bagi di twitter

Facebook Comments
(Visited 49,003 times, 4 visits today)