Media sosial memang memberikan banyak manfaat kepada para penggunanya. Namun, di waktu yang sama, ada pula dampak negatif dari keberadaan media sosial. Bahkan, terkadang dampak negatif tersebut pun berpengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk di antaranya adalah menjadi penyebab perpecahan dalam rumah tangga.

Hal ini terungkap dalam data yang dirilis oleh Pengadilan Agama Kota Depok beberapa waktu lalu. Mereka mengungkapkan, keberadaan media sosial seperti Facebook, Path, Instagram, ataupun Twitter berdampak besar terhadap kehidupan rumah tangga. Buktinya, dalam hasil persidangan, banyak pasangan suami istri yang mengaku kalau gugatan cerai diajukan bermula dari update status media sosial.

Panitera Pengadilan Agama Kota Depok Abdul Fatah mengungkapkan, kecemburuan yang muncul lewat update status media sosial memang menimbulkan kerancuan. Apalagi, kalau update status tersebut dituliskan dengan kata-kata yang romantis. Hal tersebut pun bakal berdampak pada pertengkaran antara seorang suami dengan istrinya.

Fatah pun menyebut kalau fenomena perceraian akibat rasa cemburu di Facebook ini sebuah hal yang baru. Pada tahun-tahun sebelumnya, Fatah mengatakan kalau dirinya tidak pernah mendapati fenomena seperti ini. Biasanya, pemicu utama terjadinya perceraian adalah masalah ekonomi.

Melihat fenomena seperti ini, Fatah pun mengimbau agar setiap pasangan suami istri menggunakan akun media sosialnya secara bijak. Jangan sampai update status dengan makna yang ambigu bisa menimbulkan rasa curiga di hati pasangan. Namun, bukan berarti suami atau istri tak boleh menggunakan medsos.

Dia mengatakan, komunikasi antara suami istri harus dilakukan secara efektif. Termasuk lewat media sosial. Di waktu yang sama, tentu saja komunikasi yang baik secara fisik menjadi sebuah kewajiban. Selain itu, media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk memperoleh berbagai pengetahuan yang positif. Misalnya, tentang ilmu agama yang berkaitan dengan hubungan suami istri.

Kejadian seperti ini pun tak menutup kemungkinan juga terjadi di kota-kota lain di Indonesia. Apalagi, saat ini kebanyakan pengguna internet di Indonesia mengumbar berbagai hal ke Facebook atau Instagram. Termasuk di antaranya adalah kehidupan pribadi yang berkaitan dengan keutuhan rumah tangga.

Facebook Comments
(Visited 15 times, 1 visits today)