Anak baru gede (ABG) seharusnya menjadi momen untuk mencari jati diri. Masa tersebut, seharusnya banyak digunakan untuk mencari pengalaman hidup. Namun, entah apa yang ada dalam pikiran seorang ABG asal negara Cina yang sampai tega membunuh serta memenggal ibu kandungnya sendiri.

Aksi kejam bocah berusia 13 tahun yang namanya sengaja disembunyikan tersebut memang sangat kejam. Apalagi, dia tidak hanya membunuh dan memenggal kepala ibunya. Selama proses pembunuhan tersebut, dia juga merekamnya menggunakan ponsel. Setelah itu, dia membagikan video pemenggalan ibunya itu lewat aplikasi WeChat.

Sontak saja, kasus pembunuhan yang mengerikan ini pun menggegerkan warga Kota Wenxing di Provinsi Sichuan, Cina. Pihak kepolisian pun telah berhasil menangkap pelaku beberapa hari setelah kejadian. Awal mula penangkapan pelaku terjadi karena ada seorang teman yang memperlihatkan video rekaman pemenggalan ibu pelaku.

Menurut laporan yang dikutip dari Radio Free Asia, diketahui kalau sebelum kejadian ini, ibu dan anak itu terlibat dalam sebuah pertengkaran hebat. Hanya saja, tidak diketahui penyebab pertengkaran tersebut. Pihak kepolisian pun masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait hal ini.

Beberapa situs berita lokal setempat pun menuliskan proses pembunuhan kejam yang dilakukan oleh bocah ABG ini. Bocah itu disebutkan memenggal kepala ibunya dan selanjutnya menaruh potongan kepala tersebut ke dalam ember. Selanjutnya, dia pun membuang potongan kepala itu melalui saluran pembuangan yang berada tak jauh dari rumahnya.

Pembunuhan keji ini diketahui berlangsung pada hari Minggu (3/12) malam. Hanya saja, pembunuhan ini tidak langsung diketahui oleh pihak berwajib. Kejadian ini terungkap setelah ada teman sekolah pelaku yang memperlihatkan video pemenggalan kepada ibunya pada hari Rabu (6/12). Berbekal video pemenggalan tersebut, kepolisian pun bertindak cepat dan menangkap pelaku.

Kasus seperti ini pun perlu menjadi perhatian para orang tua. Jangan sampai kesalahan dalam mendidik anak membuat mereka menaruh rasa benci yang mendalam kepada orang tua kandungnya sendiri. Apalagi, kalau sampai kejadian pemenggalan seperti ini terjadi. Duh, jangan sampai deh.

Facebook Comments
(Visited 29 times, 1 visits today)