Mencari pekerjaan di era modern seperti sekarang bisa dibilang sangat mudah. Orang bisa beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya dalam waktu singkat. Salah satunya adalah, pekerjaan sebagai seorang sopir taksi online yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Tanpa membutuhkan kualitifkasi tertentu.

Namun, siapa sangka kalau pekerjaan baru inilah yang membuat seorang pria bernama Edward Limba (34 tahun) kehilangan nyawanya. Pria yang sehari-hari dipanggil dengan Ewa tersebut diketahui menjadi korban pembunuhan pelanggannya pada hari pertamanya sebagai seorang sopir taksi online.

Sebelumnya, Ewa dikenal sebagai seorang pekerja di perusahaan farmasi yang ada di Kota Palembang. Di sana, Ewa bekerja sebagai seorang medical representatif. Dia pun diketahui baru saja mengajukan pengunduran diri dari pekerjaan tersebut. Hal tersebut diungkapkan oleh mantan rekan kerja Ewa selama jadi medical representatif, Zulkifli (46 tahun).

Kejadian memilukan ini terungkap saat pihak kepolisian menemukan tubuh korban sudah dalam kondisi tak bernyawa di Sembawa Banyuasin, Palembang. Menurut penyelidikan dari pihak berwajib, diketahui saat itu korban tengah mengantar seorang pelanggannya. Berangkat dari kawasan Sudirman menuju ke Sembawa.

Saat ditemukan, korban ditemukan dalam posisi tidak berada di dalam mobilnya. Dari sinilah, kepolisian berhasil menemukan identitas Ewa. Dari data, diketahui kalau mobil tersebut milik seorang atas nama Edward yang beralamat di Lorong Kedukan nomor 712 B, RT 24 RW 07, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang.

Pihak kepolisian pun masih melakukan penyelidikan terkait pelaku serta motif yang digunakan. Apalagi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda perampokan atau pencurian. Mobil korban dalam kondisi utuh. Ada kemungkinan kalau pembunuhan ini terjadi karena motif dendam.

Menanggapi hal ini, Zulkifli yang bersama dengan rekan-rekan kerja korban mendatangi kamar mayat RS Bhayangkara Palembang mengatakan kalau Ewa tidak memiliki konflik apapun selama bekerja di perusahaan farmasi. Ewa pun dikenal memiliki hubungan yang cukup baik dengan karyawan lain. Hanya saja, Zulkifli melihat ada perilaku aneh saat pertemuan terakhirnya. Dia mengatakan kalau Ewa bolak-balik di ruangan kantor.

Kejadian ini sepertinya harus menjadi pelajaran untuk setiap sopir taksi online. Tetap waspada dan hati-hati, ya!

Facebook Comments
(Visited 27 times, 1 visits today)