Privasi memang menjadi hak yang seharusnya tidak boleh dilanggar oleh orang lain. Namun, bagaimana dengan hak privasi untuk seorang yang telah memiliki pasangan sah? Apakah kalau pasangan mengetahui rahasia pribadi juga terhitung melanggar hak privasi?

Fenomena inilah yang baru saja dialami oleh seorang wanita asal Swiss yang namanya sengaja dirahasiakan. Wanita tersebut harus memperoleh denda yang tak sedikit, mencapai 1.600 franc Swiss atau setara Rp19 juta karena secara tidak sengaja membaca email suaminya.

Akibat tindakannya tersebut, wanita itu harus mendapatkan tuntutan hukum dari suaminya karena telah melanggar hak privasi. Padahal, saat peristiwa itu terjadi, wanita tersebut hanya memenuhi penasarannya. Apalagi, mereka menggunakan komputer yang sama.

Pasangan suami istri ini memang memiliki kebiasaan untuk berbagi password akun. Untuk memenuhi rasa penasarannya itu, wanita tersebut kemudian menggunakan salah satu password untuk mengakses akun email suaminya. Dari situ, ternyata dia mengetahui kalau suaminya memiliki hubungan dengan beberapa wanita.

Sejak itu, wanita tersebut pun sudah kehilangan kepercayaan terhadap suaminya. Dia mengatakan kalau enggan mengajak suaminya berkomunikasi. Terlebih, setelah dia mengungkapkan temuannya itu kepada suaminya. Namun, hal yang didapatnya malah semakin membuatnya kecewa, dia memperoleh tuntutan hukum karena telah membaca email tanpa izin.

Dalam tuntutan yang dilakukan pada bulan Februari 2017 itu, sang suami menuntut kepadanya denda sebesar 9.900 franc Swiss atau setara Rp128 juta. Denda tersebut juga belum termasuk biaya yang dibutuhkan selama proses pengajuan tuntutan yang nilainya mencapai 4.300 franc atau setara Rp55 juta.

Pengacara sang suami mengatakan kalau hak kliennya telah dilanggar oleh wanita tersebut. Apalagi, aksi membuka akun email tanpa izin itu telah dilakukan berlang kali. Bahkan, dia juga telah mengunduh berkas yang kemudian disimpan pada eksternal hard disk serta flashdrive. Keduanya pun kini telah disita sebagai barang bukti.

Wanita tersebut kemudian melakukan banding. Dia beralasan kalau dirinya bersama suami telah saling berbagi password akun. Oleh karena itu, tindakannya tidak bisa dianggap sebagai aksi peretasan. Namun, pada akhirnya, pihak pengadilan menjatuhkan vonis bersalah pada wanita tersebut, karena dianggap telah membaca email tanpa izin.

Karena tindakannya tersebut, wanita ini pun harus membayar sanksi. Kabar baiknya, nilai sanksi tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tuntutan awal suaminya, yakni senilai 1.500 franc atau setara Rp19 juta. Pihak pengadilan beralasan kalau tindakannya tersebut merupakan aksi minimal dan hanya terjadi karena ada keteledoran dari pihak suami.

Facebook Comments
(Visited 10 times, 1 visits today)