Menjadi nelayan merupakan pekerjaan yang berat. Setiap harinya, mereka harus berjibaku dengan ombak besar di laut. Meski begitu, hasil yang mereka peroleh juga tidak selalu banyak. Semuanya bergantung dengan kondisi alam.

Namun, bagaimana jadinya kalau nelayan yang semestinya menjaring ikan di laut malah mendapatkan sepeda motor? Aneh tapinyata, itulah yang dialami oleh nelayan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Nelayan tersebut diketahui bernama Siki (50 tahun).

Saat kejadian tersebut, Siki bermaksud memancing ikan di perairan sekitar Pelabuhan Bajoe, Kecamatan Taneteriatang Timur, Bone. Saat itu, seperti dikutip dari Kompas, Siki mengungkapkan kalau tiba-tiba kailnya tersangkut sebuah benda di dasar laut.

Melihat kondisi tersebut, dia pun memutuskan untuk terjun. Harapannya, dia ingin agar ikan yang tertangkap kailnya bisa tertangkap dan dibawa pulang. Namun, siapa sangka, bukannya ikan yang dia dapatkan, ternyata ada sebuah benda aneh nyangkut di kailnya.

Setelah dilihat lebih jauh, Siki terkejut dengan rupa benda aneh tersebut. Karena bentuknya tak lain adalah sepeda motor merek Honda Scoopy. Motor jenis ini pun cukup laris di pasar tanah air, dan bukan merupakan produk lawas. Di pasaran, bisa diperoleh dengan harga lebih dari Rp17 juta.

Bahkan, terkadang keberadaan sepeda motor ini tidak bisa langsung didapatkan di pasaran, melainkan harus inden terlebih dahulu. Hal ini mengindikasikan betapa tingginya permintaan motor jenis ini. Tentu akan sangat menguntungkan kalau Siki berhasil menjual sepeda motor temuannya. Jauh lebih menguntungkan dibandingkan aktivitas utama berburu ikan di laut.

Meski begitu, Siki memutuskan untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Siapa tahu kalau motor tersebut merupakan salah satu motor yang hilang dan telah dilaporkan kepada polisi. Hanya saja, tidak ada plat nomor terpasang pada kendaraan itu.

Setelah sampai di kantor polisi, ternyata diketahui kalau tidak ada laporan mengenai kendaraan hilang. Polisi pun kesulitan untuk melacak kepemilikan motor tersebut. Namun, pihak Kepolisian Sektor Pelabuhan Bajoe mengungkapkan masih akan terus melakukan penyelidikan kasus ini.

 

Facebook Comments
(Visited 20 times, 1 visits today)